Sharp Raup Penjualan Miliaran Rupiah Lewat Whatsapp

Sharp Raup Penjualan Miliaran Rupiah Lewat Whatsapp

Enaghana.com – Penjualan online menjadi strategi ampuh bagi Sharp dalam menghadapi masa sulit akibat pandemi. Channel online ini bahkan mampu mendatangkan miliaran rupiah bagi bisnis Sharp termasuk lewat platform Whatsapp.

Sejak awal Maret 2020 lalu, produsen elektronik asal Jepang ini menghadapi masa sulit hingga pertengahan April, dimana perusahaan masih berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan baru ini.

– Advertisement –

Di awal pandemi Sharp bahkan harus merasakan anjloknya penjualan perangkat elektronik yang diproduksinya. Pasar AC drop hingga 22 persen, sementara penjualan lemari es turun hingga 9,7 persen, sedangkan mesin cuci turun 5 persen , serta penjualan LED Tv turun 17 persen.

Dampak pandemi terhadap penjualan Sharp

Penurunan penjualan ini disampaikan National Sales Senior GM Sharp, Andry Adi Utomo dikarenakan, kesulitan distribusi dimana ada beberpaa suku cadang yang tidak bisa didatangkan sehingga produksi menjadi terkendala.

“Penjualan juga terganggu karena banyak ritel yang harus tutup karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang tidak membolehkan toko untuk buka,” jelas Andry.

Untuk mensiasati kondisi ini, Sharp dijelaskan Andry mengambil langkah penguatan bisnis online-nya baik melalui platform e-commerce maupun menggunakan layanan Whatsapp ataupun SMS.

20 Juta Lemari Es Sudah Diproduksi Sharp

Selain itu, Sharp juga melakukan serangkaian eksebisi online di beberapa wilayah dengan memberikan bantuan baik promosi mauun pengadaan barang bagi para dealer di daerah.

“Penjualan lewat Whatsapp dan SMS juga kami lakukan karena bisnis online melalui e-commerce belum menjangkau secara merata wilayah Indonesia ,” ucapnya.

Strategi ini dikatakan Andry cukup berhasil dimana pada bulan Mei 2020, Sharp mulai menunjukkan adanya perbaikan bahkan di bulan Juni pertumbuhan mulai dirasakan dari sisi penjualan mauun produksi.

Di bulan Juni 2020 rangkaian produk elektronik Sharp mengalami peningkatan produksi yang rata-rata mencapai 20 persen lebih jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penjualan online langsung melalui platform e-commerce tumbuh 200 persen dibandingkan saat sebelum pandemi dan mampu menghasilkan Rp30 miliar tiap bulannya. Sedangkan penjualan melalui Whatsapp mampu mencapai Rp20 Miliar setiap bulan,” pungkas Andry memaparkan.

– Advertisement –

Be the first to comment

Leave a Reply