Saka Bakti Husada

Dua bulan lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada yang ke-32 tahun tepatnya lahir pada tanggal 17 Juli dan diresmikan pada Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November 1985 di Magelang oleh Menteri Kesehatan RI. Untuk itulah, kita perlu memahami benar ihwal Pramuka khususnya Saka Bakti Husada dan kiprahnya dalam membentuk aksara kaum muda.

Telah 3 (tiga) dasawarsa eksistensi Saka Bakti Husada, dan kita pahami bahwa lahirnya Saka Bakti Husada atas kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan Gerakan Pramuka mengingat kaum muda sangat berperan dalam ikut menuntaskan dilema kesehatan dirinya sekaligus berpotensi dapat menggerakkan masyarakat untuk sadar, mau dan mampu hidup sehat. Saka Bakti Husada yakni wadah bagi anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega guna menyalurkan minat serta menempa pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang kesehatan. Sudahkan kita sebagai jajaran kesehatan mendaya-gunakan mereka sebagai kader kesehatan di seluruh pelosok tanah air?

Orientasi Saka Bakti Husada

Kita ketahui bersama bahwa dewasa ini kaum muda menghadapi aneka macam problema karena terjadinya perubahan pada banyak sekali aspek kehidupan, baik yang disebabkan oleh perubahan global maupun pergeseran nilai-nilai yang dianut. Fenomena ini terjadi antara lain merosotnya penghayatan terhadap nilai patriotisme, akal pekerti, nilai kesantunan yang rendah terhadap orang yang lebih renta, dan rendahnya tata krama dalam pergaulan masyarakat. Saka Bakti Husada telah menjadi bagian penting dari pembangunan kesehatan dan Gerakan Pramuka serta berhasil menciptakan pribadi-pribadi berkarakter yang merupakan suri tauladan atau role model bagi kaum muda, termasuk dalam berperilaku bersih dan sehat, perilaku tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol atau Napza, dan tidak berperilaku berisiko serta mampu berperan dalam pendidikan sebaya di lingkungan gugus depan dan unit pangkalan kegiatan Saka Bakti Husada di aneka macam lokasi di daerah. Kita mengharapkan dengan potensi Pramuka yang lebih dari 20 juta anggota di seluruh Indonesia, hendaknya jajaran kesehatan mampu mendayagunakan sebagai “agent of change” di kalangan kaum muda sendiri.

Sejak berdirinya Saka Bakti Husada pada tanggal 17 Juli 1985 telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum muda khususnya anggota Pramuka di bidang kesehatan. Krida dan kecakapan khusus yang dimiliki Saka Bakti Husada memperlihatkan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada kaum muda kita untuk berkontribusi mendukung suksesnya Pembangunan Kesehatan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Terdapat 6 (enam) Krida Saka Bakti Husada adalah Pengendalian Penyakit, Lingkungan Sehat. Keluarga Sehat, Gizi, Obat dan PHBS. Dari krida-krida tersebut tercatat sebanyak 37 kecakapan khusus yang akan diterapkan oleh adik-adik.

Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 perihal Gerakan Pramuka dan piagam kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang telah diperbaharui pada tahun 2011 menjadi landasan hukum dalam aneka macam upaya kesehatan melalui pendidikan kepramukaan. Oleh karena itu, kita sebagai jajaran kesehatan di aneka macam tingkatan hendaknya mampu mengimplementasikannya dengan memperlihatkan komitmen dan pinjaman sumberdaya yang cukup sehingga dapat menghasilkan pramuka yang trampil bidang kesehatan dan memiliki karakter yang berpengaruh untuk memimpin bangsa di masa yang akan tiba.

Saka Bakti Husada sebagai wadah bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega guna menyalurkan minat serta menempa pengetahuan dan ketrampilan di bidang kesehatan, hendaknya dapat berperan dalam mencegah dan mengatasi duduk perkara kesehatan kaum muda utamanya. Marilah kita mampu menawarkan komitmen tinggi dan pertolongan dalam mendidik kaum muda yang berkarakter dan berahlak mulia. Komitmen dan tunjangan semua jajaran Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta seluruh organisasi profesi kesehatan sangat diharapkan dalam memajukan Saka Bakti Husada sebagai komponen penting dalam mendidik dan mempersiapkan kaum muda menjadi pemimpin bangsa di bidang kesehatan yang lebih baik. Harapannya jajaran kesehatan mampu melaksanakan upaya penguatan training Saka Bakti Husada di wilayah kerja masing masing melalui:

  1. Memberikan komitmen dan santunan sumberdaya guna memantapkan pelatihan dan pengembangan Saka Bakti Husada sesuai dengan krida dan kecakapan khusus;
  2. Mereview secara berkala substansi syarat kecakapan khusus sejalan dengan perkembangan acara kesehatan.
  3. Melakukan pelatihan terhadap Saka Bakti Husada Daerah sejalan dengan kunjungan kerja sebagai upaya memotivasi dan mendorong aktivasi adik-adik anggota Saka Bakti Husada;
  4. Mengajak unsur Saka Bakti Husada dalam setiap event atau aktivitas program sesuai dengan peran pokok dan fungsi
  5. Mengalokasikan anggaran pelaksanaan pembinaan acara Saka Bakti Husada yang disinergikan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing;

Kita juga patut berbangga dengan kegiatan Saka Bakti Husada dalam bentuk krida bidang kesehatan. Sebab, acara ini mampu   meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum muda kita – anggota Saka Bakti Husada di bidang kesehatan. Sehingga mereka (1) bersikap dan berperilaku hidup sehat, (2) menjadi acuan sobat sebaya, keluarga dan masyarakat di lingkungannya. serta (3) mau dan bisa menyebarluaskan info kesehatan kepada masyarakat. Dalam jangka panjang, kegiatan ini akan turut meningkatkan jangkauan dan cakupan layanan kesehatan, utamanya Upaya Kesehatan Masyarakat atau UKM seperti  Pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS, Pentingnya imunisasi, Pencegahan HIV AIDS, TB Paru, dan Malaria, serta Pengendalian vektor penyakit.

Saka Bakti Husada sangat berpotensi untuk berperan dan berkiprah dalam pelbagai program kesehatan mirip menemukan masalah penderita TB, mengantar ibu ke Posyandu, inisiator hidup sehat di kalangan kaum muda serta menunjukkan penyuluhan kesehatan kepada keluarga sekitar tempat tinggal. Dengan demikian, kaum muda sebagai bagian dari masyarakat, mampu berperan dalam mengatasi duduk perkara kesehatan masyarakat. Gerakan masyarakat hidup sehat yang sekarang digulirkan kembali hendaknya Saka bakti Husada mampu dilibat-aktifkan sebagai kader kesehatan potensial.