Penyaluran Pinjaman Investree Naik 41 Persen

Penyaluran Pinjaman Investree Naik 41 Persen

Enaghana.com – Perusahaan fintech lending Investree mampu menunjukkan pertumbuhan yang stabil di tengah masa pandemi COVID-19 yang mengakibatkan roda perekonomian Indonesia berjalan lambat.

Investree melaporkan pada bulan Mei 2020, terdapat peningkatan jumlah Lender sebanyak 1.800 Lender terhitung sejak Maret 2020. Selain itu, jumlah Borrower pun mengalami peningkatan, bertambah 34 perusahaan yang bergabung di ekosistem Investree sejak bulan Maret 2020.

– Advertisement –

Menurut data yang dimiliki Investree, jumlah pinjaman yang disalurkan oleh Investree pada bulan Juni 2020 meningkat sebesar 41% dibandingkan bulan Mei 2020.

sedangkan jumlah pinjaman yang disalurkan oleh Investree kepada UKM-UKM di Indonesia saat ini sudah mencapai Rp4,35 triliun sejak berdiri.

Kemudian, angka TKB90 Investree semenjak bulan April 2020 hingga Mei 2020 masih di atas 99%. Hal ini menunjukan Borrower Investree masih menjalankan usahanya dengan baik dan mampu membayarkan pinjaman meskipun dalam masa pandemi.  

CEO & Co-Founder Investree, Adrian Gunadi mengaku bahwa, Investree terus berusaha menjaga kepercayaan dari para Lender dan Borrower di saat sulit seperti sekarang ini dan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan solusi permodalan bagi para pengusaha agar dapat bertahan dan bangkit sekaligus melindungi para Lender beserta aset mereka sesuai dengan arahan dari otoritas dan asosiasi.

“Kami sadar di situasi penuh ketidakpastian ini ada banyak pelaku usaha yang kesulitan terutama dari segi arus kas. Oleh karena itu, kami fokus pada produk pinjaman dengan skema rantai pasokan (supply chain financing) seperti Invoice Financing,” ujar Adrian Gunadi.

Adrian yakin skema pinjaman modal usaha jangka pendek ini mampu membantu para Borrower untuk membangkitkan kembali bisnisnya sekaligus memberi rasa aman bagi para Lender yang melakukan pendanaan 

Sampai saat ini, portofolio pinjaman di Investree masih didominasi oleh Invoice Financing. Dengan skema pembiayaan rantai pasokan (supply chain financing), pinjaman Borrower diajukan berdasarkan tagihan (invoice) atas pekerjaan yang sudah selesai dan sedang menunggu pembayaran oleh Payor.

Dalam hal ini, Payor atas invoice tersebut rata-rata adalah perusahaan dengan reputasi bagus dan kokoh dalam hal keuangan, sebut saja BUMN, Pemerintah, dan perusahaan multinasional sehingga memiliki kemampuan yang bagus dan kuat untuk membayar invoice tersebut. Dengan kata lain, hal tersebut meningkatkan kepastian pembayaran pinjaman di Investree. 

– Advertisement –

Be the first to comment

Leave a Reply