Pentingnya Dukungan Banyak Sekali Pihak Untuk Posbindu Penyakit Tidak Menular

Prevalensi penyakit tidak menular dalam beberapa tahun terakhir ini telah menggeser dominasi penyakit menular, penyebab ajal ketika ini telah didominasi oleh penyakit tidak menular. Demikian pula beban biaya yang ditimbulkan, klaim BPJS juga terlihat bahwa kelompok 5 terbanyak didominasi oleh penyakit tidak menular. Salah satu cara mengendalikan penyakit tidak menular yakni dengan menyebarkan Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular), sebuah bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat yang bergerak dibidang promosi, prevensi dan deteksi dini penyakit tidak menular. Meskipun demikian jumlah Posbindu PTM masih relatif terbatas, secara nasional baru sekitar 20.000 sementara perhitungan bernafsu dibutuhkan lebih dari 80.000 posbindu PTM. Disamping itu pemanfaatan posyandu yang sudah terbentuk juga masih belum optimal. Gambaran nasional ini juga tampak di Provinsi Bengkulu, dimana jumlah dan kualitas posbindu PTM belum optimal.

Untuk menelaah hal ini, Sdr. Yandrizal mengajukan disertasi doktoral yang berjudul: Model Pemberdayaan Posbindu PTM dengan Meningkatkan Peran Stakeholder di Provinsi Bengkulu. Disertasi ini telah dipertahankan didepan sidang ujian terbuka promosi doktor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada tanggal 13 Mei 2017.

Gambar 1. Sdr. Yandrizal

 

Dalam hal pembentukan posbindu PTM, tugas Puskesmas, kepala desa/lurah dan kader berperan sangat besar. Juga dalam pelaksanaannya, peran mereka akan lebih besar jikalau didukung oleh aneka macam sektor yaitu bantuan dari TP PKK provinsi hingga TP PKK kelurahan/desa, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, puskesmas, BPJS Kesehatan, forum kabupten/kota sehat, kepala kecamatan, kelurahan, ketua rukun tetangga.

Dari telaah ini disebutkan bahwa bila fungsi masing-masing sektor dapat dioptimalkan, akan berdampak besar pada proses pembentukan, pelaksanaan dan monitoring acara posbindu PTM.

Selain tulisan ilmiah di beberapa jurnal internasional dan nasional, salah satu luaran dari disertasi ini adalah buku Petunjuk Operasional Pemberdayaan Posbindu PTM, seperti terlampir.

Diharapkan dengan bertambahnya posbindu PTM, makin elok pengendalian penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya makin meningkat. Diperkirakan penderita hipertensi yaitu 25,8% penduduk akil balig cukup akal (42,1 juta), obesitas sentral sekitar 26,6% penduduk akil balig cukup akal (44,3 juta), diabetes melitus atau penyakit kencing cantik sekitar 6,9% (8,9 juta). Oleh alasannya itu partisipasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi faktor risiko, sehingga PTM menjadi terkendali.

Promosi Dokor Bpk. Yandrizal