Mengenal Atar, Desa Penghasil Pengusaha Fotokopi Sukses di Indonesia Bahkan Punya Tugu Sendiri

Mengenal Atar, Desa Penghasil Pengusaha Fotokopi Sukses di Indonesia Bahkan Punya Tugu Sendiri

Adanya desa pengusaha WC di Kiarajangkung memang banyak bikin orang salut. Kebanyakan penduduknya terjun di industri yang sama dan sukses bersama. Jadi, bukan hal yang aneh kalau bisnis mereka sampai di beberapa pulau dan kota di Indonesia.

Selain Kiarajangkung, ternyata ada lagi desa dengan mayoritas penduduknya yang punya usaha unik. Tempat itu adalah Nagari Atar yang jadi pencetak pengusaha fotokopi di banyak kota besar di Indonesia. Bahkan mereka sampai bangun tugu fotokopi sendiri loh. Lalu benarkah hal itu terjadi? Biar gak penasaran simak ulasan berikut.

Atar sebagai daerah penghasil pengusaha fotokopi

Ada yang unik di salah satu daerah di Sumatra Barat, pasalnya banyak penduduiknya yang ternyata jadi pengusaha fotokopi. Daerah tersebut adalah desa Atar yang para perantau dari sana biasanya membuka bisnis alat tulis dan fotokopi.

Usaha fotokopi [sumber gambar]

Umumnya, setelah mereka lulus sekolah atau bahkan bekerja, anak muda di sana akan memilih untuk merantau. Biasanya mereka akan memilih bekerja di usaha fotokopi sekalian belajar. Nanti kalau sudah memiliki ilmu dan modal yang cukup, anak muda itu akan membuka usahanya sendiri. Jadi, bukan hal yang aneh kalau sebagian besar usaha fotokopi di Sumatra dan Jawa, pemiliknya adalah orang Atar.

Tugu Photocopy sebagai bukti suksesnya perantau

Kesuksesan dari para perantau desa ini bukanlah isapan jempol semata. Dilansir dari laman Detik, dibangunlah sebuah tugu di desa Atar sebagai bukti suksesnya mereka. Atas kesepakatan antar warga dan perantau, maka tugu fotokopi bisa berdiri tegap di daerah itu.

Tugu fotokopi [sumber gambar]

Ya, lengkap dengan replika mesin fotokopi di atas tugu, membuat banyak orang penasaran melihatnya. Usut punya usut, pengerajaan tugu ini membutuhkan waktu dan dana yang lumayan. Diperkirakan sekitar Rp30 juta sudah dikeluarkan agar tugu ini bisa berdiri tegap. Wah, jarang-jarang kan kamu lihat tugu berbentuk fotokopi, cuma di Atar yang ada.

Semua dimulai dari satu orang perantau

Sebenarnya, awal mula para perantau dari Atar memilih usaha fotokopi karena mereka belajar dari kisah H. Yuskar. Beliau adalah perantau pertama dari Atar yang sukses dengan usaha alat tulis dan fotokopi. Waktu itu beliau nekat merantau dengan uang seadanya ke Bandung.

Kisah yang panjang [sumber gambar]

Hingga akhirnya H. Yuskar jadi lumayan sukses dan membuka usaha alat tulis dan fotokopi. Beliau kemudian mengajak anak muda dari Atar juga untuk membantunya di Bandung. Nah, setelah anak-anak muda itu dirasa cukup ilmu dan modal, mereka akhirnya membuka usaha sendiri di tempat lain. Alhasil, usaha fotokopi dari perantau Atar menyebar di beberapa pulau di Indonesia.

COVID-19 melanda, banyak pengusaha menderita

Sayang seribu sayang, para perantau ini rupanya juga kena imbas dampak dari pandemi. Mengingat usaha mereka berhubungan dengan anak sekolah dan kuliahan, tentunya banyak penghasilan yang berkurang. Akhirnya banyak ‘kiriman’ yang seharusnya sampai menjelang lebaran, kini benar-benar berkurang.

Terus berusaha [sumber gambar]

Para perantau tetap berjuang di kala pandemi meskipun ada pula yang memilih kembali ke kampung. Sejatinya desa ini jadi lumayan makmur juga karena jasa para perantau. Bagaimana tidak, mayoritas penduduk yang ada di sana sebenarnya hanya bekerja sebagai petani. Semoga saja pandemi ini bisa cepat selesai dan usaha para pengusaha fotokopi ini dapat kembali jaya.

BACA JUGA: Inilah 4 Fakta Kiarajangkung, Desa di Mana Penduduknya jadi Juragan WC Berpenghasilan Fantastis

Tidak ada yang mengira kalau ternyata jasa fotokopi di beberapa kota besar di Indonesia, sebagian besar dimiliki oleh orang desa Atar. Hal ini jadi bukti kalau pintar dalam melihat peluang bisa saja jadi sukses. Nah, kalau sudah berada di atas, jangan lupa ajak yang lain supaya bisa sukses bersama.

 

Be the first to comment

Leave a Reply