Klub Liga 2 2020 Menjerit Soal Subsidi, Pt Lib Berikan Balasan

Info Liga 2, galuh.id – Efek pandemi virus Corona sudah menawarkan dampak besar buat sepakbola Indonesia. Terutama bagi klub akseptor Liga 1 dan klub Liga 2 2020.

Salah satunya terkait dana subsidi yang tak kunjung cair untuk disalurkan ke klub-klub penerima. Hal tersebut bagi klub Liga 2 2020 sangat berharga bagi mereka.

Seperti kita ketahui, bahwa klub-klub yang berada di kasta kedua ini sangat minim sponsor berbeda dengan klub Liga 1 yang boleh dikatakan bejibun.

Padahal mereka akan menghadapi kompetisi yang akan digulirkan pada Oktober mendatang, setidaknya membutuhkan dana talangan untuk menambal biaya operasional.

Soal pencairan dana subsidi ini. Sejatinya memang selalu bermasalah setiap musimnya baik di Liga 1 maupun di Liga 2, apalagi dikala ini perekonomian mirip lumpuh balasan pandemi.

Selama hampir tiga bulan kompetisi ditangguhkan, klub harus merogoh koceknya dalam-dalam untuk tetap menggaji pemain serta ofisial.

Oleh sebab itu dana subsidi dari operator kompetisi, adalah PT. Liga Indonesia Baru (LIB) pun menjadi impian bagi klub-klub tersebut.

Liga 2 2020 Hendak Dilanjutkan, Klub Liga 2 2020 Minta PT LIB Bayar Subsidi

Ada beberapa klub secara terperinci-terangan mengungkapkan kegelisahan mereka terkait dana subsidi tersebut, seperti PSBS Biak, Sriwijaya FC dan PSMS Medan.

Mereka mengaku kecewa dengan operator kompetisi PT LIB ihwal dana subsidi. Pasalnya mereka belum membayarkan dana subsidi tahap kedua kepada pihak klub.

Manajer klub Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin seperti mengutip dari Antaranews, meminta PT LIB untuk segera membayarkan subsidi bagi klub-klub Liga 2 2020.

Sebagai info, sebelum Liga 2 2020 berlangsung, LIB setuju untuk menunjukkan subsidi sebesar Rp1,15 miliar semusim untuk setiap tim peserta dan dicicil perbulan.

Namun, pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air menghambat pelunasan subsidi tersebut. Malahan selama pandemi ini dana subsidi tersebut malah di naikkan menjadi Rp1,35 miliar.

PT LIB, mirip yang dikeluhkan oleh ketiga klub tersebut, baru bisa membayar subsidi untuk bulan pertama ialah Maret sebesar Rp250 juta.

Itu pun hanya untuk enam tim akseptor Liga 2 2020 yang mendapatkan subsidi termin pertama sempurna waktu.

Sedangkan sebanyak 18 klub lainnya baru menerima subsidi itu pada bulan Mei atau terlambat dua bulan dari seharusnya.

Padahal, sesuai surat keputusan PSSI, SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan final Maret 2020 kemudian, setiap tim Liga 1 dan 2 harus tetap menggaji pemainnya.

Untuk ketetapan periodenya pun diputuskan pada bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 dengan besaran maksimal 25 persen dari nilai kontrak.

PSSI sendiri telah memutuskan bahwa Liga 1, 2 dan 3 Indonesia trend 2020 bergulir kembali mulai Oktober 2020.

Putusan ini diperkuat melalui dikeluarkannya surat keputusan (SK) dari PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020.

SK yang bertanda tangan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan itu  membuat administrasi klub  harus memutar otak supaya mampu memperlihatkan penghasilan kepada pemain, instruktur dan ofisial.

Selain itu klub akseptor Liga 2 2020 pun harus bersiap menghadapi kompetisi, meski belum mendapatkan dana perlindungan dari PT LIB.

PT LIB Akan Segera Bayarkan Dana Subsidi Tahap Kedua

Kepastian soal pencairan subsidi ini diutarakan eksklusif oleh Direktur Utama PT LIB yang baru saja diangkat, adalah Akhmad Hadian Lukita.

Menurutnya, PT LIB tetap berkomitmen tinggi terhadap kewajiban untuk membagikan dana subsidi. Hal ini untuk semua peserta kompetisi baik Liga 1 maupun Liga 2 2020.

Akhmad Lukita memahami bahwa dana itu memang amat dibutuhkan oleh klub, sebagai periode persiapan untuk kembali berkompetisi.

Akan tetapi, pria 55 tahun ini, lebih lanjut meminta semua pihak terutama klub peserta bisa berpikir positif dan bersikap realistis.

Seperti diketahui, di tengah pandemi Covid-19, sponsor yang mengikat kerja sama dengan PT LIB berniat melakukan negosiasi ulang.

Hal ini ia ungkapkan alasannya ketika ini pihaknya tengah akan mengevaluasi. Selain itu juga merencanakan banyak hal yang sangat memilih dalam kelangsungan kompetisi.

Termasuk didalamnya terkait janji dengan sponsor dan pihak ketiga lainnya. Menurutnya lagi, pihaknya punya kesepakatan tinggi terkait angka subsidi yang akan diberikan.

Oleh karena itu, Akhmad Lukita meminta kepada klub-klub penerima Liga 1 dan Liga 2020 memahami situasinya dahulu. Hal itu biar kompetisi mampu bergulir dengan lancar. (GaluhID/Dhi)