Hindari Pencurian Data Pribadi, Lakukan Lagkah Ini

Hindari Pencurian Data Pribadi, Lakukan Lagkah Ini

Enaghana.com – Agar masyarakat terhindar dari penyalahgunaan data pribadi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, masyarakat disarankan salah satunya agar bijak menggunakan sosial media.

Ahli digital forensik, Ruby Alamsyah menyarankan jika ingin memposting di media sosial, pastikan konten tersebut bukan termasuk dalam ranah pribadi. Jangan pernah mencantumkan data pribadi kita di sosial media.

– Advertisement –

“Justru kita bangga jika kita memposting di media sosial lokasi kita dan jenis HP yang kita pergunakan dalam foto yang akan kita posting. Itu merupakan kesalahan yang fatal yang bisa dipergunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menggunakan data pribadi kita,”jelas Ruby.

Saran Ruby selanjutnya, ketika hendak memposting foto di media sosial, disarankan foto dan dokumen tersebut di convert. Tujuannya untuk mengubah meta yang ada di foto atau dokumen tersebut. Jadi foto dan dokumen yang dikirimkan ke media sosial tersebut bukan asli dari HP. Jika asli dari HP maka meta data yang terdapat informasi seperti lokasi, jenis HP, software yang dipakai, operator yang dipergunakan dan berapa mega pixel kamera yang dipergunakan, dapat dengan mudah untuk dibaca.

“Para pihak yang tak bertanggung jawab dapat melihat meta data dari foto yang kita up load di sosial media dengan sangat mudah. Jadi kalau mau memposting foto pastikan meta data berubah. Ketika kita mengirim foto melalui FB dan WA, semua data tersebut sudah hilang. Karena WA dan FB melakukan perubahan sehingga bukan foto asli yang ditampilkan,”ungkap Ruby.

Selain itu Ruby juga menyarankan agar pemerintah dapat segera menyelesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi. Dengan adanya UU Perlindungan Data Pribadi, penegakkan hukum akan lebih tepat. Sehingga dapat membuat jera para pelaku pencurian data pribadi. Saat ini Indonesia hanya memiliki UU ITE. Dalam UU ITE, pencurian data pribadi melalui penyelenggara transaksi elektronik hanya delik aduan.

“Karena delik aduan maka tidak ada lembaga yang mau melaporkan pencurian data pribadi pelanggannya ke polisi. Lapor ke polisi berarti mengakui adanya data bocor,” pungkas Ruby.

– Advertisement –

Be the first to comment

Leave a Reply