Belanja Iklan Digital Naik Saat Pandemi

Belanja Iklan Digital Naik Saat Pandemi

Enaghana.com – Aktivitas pemasaran di tengah pandemi covid-19 menunjukkan adanya kenaikan konsumsi pada belanja iklan digital yang dilakukan brand.

Menurut Menurut Faradi Bachri, Country Director ADA in Indonesia, pada awal social distancing diberlakukan, aktivitas pemasaran cenderung lesu karena umumnya bisnis bereaksi dengan cara menahan semua pengeluaran yang berkaitan dengan aktivitas pemasarannya.

– Advertisement –

Mereka memilih menyimpan atau mengalihkan dana untuk digunakan pada situasi darurat. Sehingga, belanja iklan diprediksi menurun pada saat masa pandemi.

“Pada awal social distancing diberlakukan, aktivitas pemasaran cenderung lesu. Pemain bisnis mulai mengatur strategi dalam menghadapi dampak dari COVID-19. Namun, ada beberapa perusahaan yang justru mampu memanfaatkan situasi ini untuk tetap melakukan komunikasi pemasaran melalui digital platform,” ujar Faradi.

Faradi mencatat adanya pertumbuhan belanja iklan digital yang signifikan pada bulan Januari hingga Juni 2020 dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan tersebut mencapai 25% dengan puncak aktivitas belanja iklan pada bulan Juni.

Baca juga: Brand Harus Manfaatkan Ruang Digital Hadapi Pandemi

Naiknya belanja iklan digital secara signifikan saat pandemi memperlihatkan bahwa pemain bisnis menanggapi kondisi ini dan beradaptasi dengan cepat.

Mereka juga dinilai Faradi menyesuaikan pengelolaan pesan dan pendekatan kreatif agar relevan dengan situasi yang dihadapi konsumen, serta platform komunikasi yang digunakan yakni secara digital.

Menurut Faradi, di tengah kondisi pandemi bisnis harus lebih mementingkan konsumen dengan cara memahami tidak hanya dari segi kebutuhan tetapi juga kekhawatiran mereka. Selain penggunaan digital platform, pada tahap ini pemanfaatan data memegang peranan yang sangat penting.

Jika proses pengolahan dan analisis data dilakukan dengan benar, maka bisnis atau perusahaan akan mendapatkan pengetahuan yang nantinya dapat diolah menjadi sebuah solusi yang tepat sasaran untuk konsumen.

Pentingnya pengolahan dan analisis data juga terbukti dari insights yang ditemukan ADA di masa pandemi.

ADA mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi traveling di Indonesia selama Maret 2020. Peningkatan tersebut mencapai 700% pada pertengahan bulan Maret. Hal ini menjadi indikasi bahwa keinginan untuk bepergian tidak surut karena pandemi.

“COVID-19 tidak lantas mematahkan keinginan masyarakat untuk bepergian. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, mereka pun menghabiskan waktunya untuk melihat aplikasi atau konten yang berkaitan dengan traveling. Tugas pemain bisnis adalah menangkap keinginan tersebut, kemudian membuat solusi bagi konsumen,” ungkapnya.

Keinginan masyarakat pun dijawab oleh pelaku industri traveling dengan bentuk promosi seperti pay now, stay (or fly) later. Dengan promosi semacam ini, konsumen dapat merencanakan perjalanan dan membayar akomodasinya sekarang, kemudian melakukan perjalanan jika situasi kembali normal.

Hal ini merupakan sebuah solusi tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga untuk keberlangsungan bisnis perusahaan.

– Advertisement –

Be the first to comment

Leave a Reply