Angin Segar Jamaah Umrah saat Pintu Tanah Suci Dibuka Kembali: Ibadah Lebih Khusyuk

Angin Segar Jamaah Umrah saat Pintu Tanah Suci Dibuka Kembali: Ibadah Lebih Khusyuk

Pandemi belum surut, namun beberapa akses kegiatan mulai dilonggarkan. Salah satu yang membuka diri adalah Arab Saudi, di mana pemerintah setempat telah mempersilakan jamaah luar negeri beribadah di Tanah Suci Mekah. Hal ini tetap dibarengi dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah orang. Serta diwajibkan untuk menunjukkan hasil PCR test yang negatif sejak keberangkatan umrah.

Ada beberapa hal menarik dari ibadah di tengah situasi sulit ini. Bisa menjalankannya tentu bagai mendapat golden ticket dari Sang Pencipta, karena tak semua punya kesempatan. Bahkan, ada juga Jemaah umroh yang gagal berangkat di menit-menit terakhir karena hasil swab test positif. Padahal tinggal selangkah lagi.

Berikut ini Enaghana com akan merangkum cerita mereka yang berhasil mendaratkan kaki dan doa di sana.

Wajib karantina, bukan bebas keluyuran

Jamaah umroh wajib menjalani karantina [Sumber Gambar]

Sesampainya di tanah suci, jamaah umrah dari mancanegara diwajibkan langsung karantina di hotel masing-masing. Jadi jika di kondisi normal seperti musim sebelumnya kita bebas beraktivitas, kali ini tuan rumah mewajibkan para tamu untuk tidak banyak berkeliaran di luar penginapan. Well, memang tujuannya untuk ibadah, bukan?

Batasan waktu beribadah

Jamaah diberi batasan waktu [Sumber Gambar: Reuters]

Selain karantina, jamaah diberi batas waktu untuk berada di Masjidil Haram. Namun, hal ini tidak mengurangi kenikmatan ibadah. Justru menambah rasa nyaman, karena tidak berdesakan dengan jamaah lainnya seperti di tahun-tahun sebelumnya. Menurut salah seorang jamaah Indonesia yang sudah menjalankan umroh ke sana, durasi yang dimiliki setiap orang adalah 3 jam untuk melakukan proses ibadah di Masjidil Haram.

Doa lebih khusyu’ hingga menitikkan air mata

Ibadah lebih khusyu’ [Sumber Gambar: Reuters]

Salah satu keistimewaan ibadah umroh musim ini adalah bisa merasakan kekhidmatan dalam berdoa. Bagaimana tidak? Sudah menabung rindu hitungan bulan atau bahkan tahun, kemudian diloloskan untuk bertamu ke Masjidil-Haram. Kali ini ibadah saling berjarak, artinya tidak banyak orang sehingga bisa lebih khusyuk dan tenang.

Saking nikmatnya, salah seorang jamaah wanita asal Indonesia bernama Retno Anugerah, dilansir dari BBC Indonesia, sampai menitikkan air mata. Karena ibadah tak perlu kesenggol jamaah lain atau mendengar bising. Suasana sangat nyaman untuk memanjatkan doa dan harapan pada Allah SWT. Wah, mendengarnya saja bikin latah ingin ikut bertamu ke tanah suci ya.

BACA JUGA: Ajaib, Suami Istri Sederhana Ini Bisa Pergi Umrah ke Tanah Suci Berkat Bantuan Belalang

Sobat Enaghana com yang beragama Islam, barangkali juga sudah terselip dalam hatinya untuk ingin pergi ke tanah suci. Jika kamu tinggal di lokasi embarkasi, misalnya di ibukota negara, maka salah satu syarat wajibnya adalah mengantongi hasil dari penyedia jasa swab test Jakarta atau faskes yang ada di sekitar tempat tinggalmu.

Hal ini merupakan syarat mutlak selain prosedur umroh lainnya. Karena, saat ini semua negara berusaha menekan angka penyebaran covid, baik dari pendatang yang masuk maupun warga yang keluar.

Be the first to comment

Leave a Reply