10 Daftar Kabupaten Riset Intervensi Kesehatan Berbasis Budaya Di Indonesia

Badan Litbang Kesehatan selama 4 tahun terakhir telah mengadakan riset etnografi kesehatan, termasuk melihat adanya hubungan antara budbahasa-istiadat atau kultur budaya setempat dengan kesehatan, khususnya untuk kesehatan ibu dan anak, gizi, kesehatan lingkungan dan penyakit. Lebih dari 60 suku-bangsa telah diteliti oleh para peneliti Badan Litbangkes bekerja sama dengan para peneliti dari akademi tinggi / lembaga penelitian lainnya.

Kini saatnya kultur budaya yang berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat akan diintervensi melalui pendekatan budaya juga, supaya menjelma berdampak positif bagi kesehatan. Ada 10 (sepuluh) lokasi terpilih untuk riset operasional intervensi kesehatan berbasis budaya ini, adalah:

  1. Kabupaten Pandeglang (Jawa Barat)
  2. Kabupaten Lebak (Jawa Barat)
  3. Kabupaten Gayo Lues (Aceh)
  4. Kabupaten Boven Digoel (Papua)
  5. Kabupaten Tana Toraja (Sulawesi Selatan)
  6. Kabupaten Mesuji (Lampung)
  7. Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur)
  8. Kabupaten Sorong Selatan (Papua Barat)
  9. Kabupaten Jeneponto (Sulawesi Selatan)
  10. Kabupaten Sumba Timur (Nusa Tenggara Timur)

Sedangkan substansinya adalah berkaitan dengan ibu hamil, ijab kabul dini, gizi balita, penyakit menular mirip tuberkulosis, penyakit tidak menular seperti hipertensi, dll.

riset intervensi kesehatan

Para peneliti Balitbangkes, Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian lainnya, siap mencoba melaksanakan intervensi berbasis budaya

Dengan demikian ada 10 tim peneliti yang akan melaksanakan intervensi dalam bentuk studi operasional, berhubungan dengan Dinas Kesehatan setempat. Untuk itu pada tanggal 8 – 12 Nopember 2016, di Hotel Savana Malang, dilakukan pertemuan penyusunan protokol penelitian untuk riset operasional berbasis budaya di 10 lokasi tersebut. Seluruh tim peneliti dihadirkan, termasuk para pendamping dari Dinas Kesehatan Kabupaten terpilih dan narasumber.